Nama :
Titik Prastiani
NIM :
135100318113002
Prodi :
Teknologi Industri Pertanian
Tugas Manajemen Mutu
A.
Pengertian Check Sheet
Jika dalam suatu pabrik kita ingin
mengetahui dari waktu ke waktu, apakah kuailtas produksi masih terkontrol atau
tidak, kita memerlukan data untuk dianalisa. Untuk ¡tu, kita perlu mengumpulkan
data secara rutin, mungkin bulanan, mingguan, harian, bahkan beberapa kali
dalam setiap harinya. Untuk memudahkan pengumpulan data, sebaiknya digunakan
formulir - formulir yang dirancang khusus yang disebut dengan Lembar Peri ksa
atau Check SheeL Lembar periksa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan maksud
dan tujuan analisa data. Pada dasamya, ada dua macam lembar Penksa, yaitu:
·
Lembar Periksa
Frekwensi (Frequency Check Sheets)
Lembar periksa ¡ni mencatat
frekwensi atau banyak kejadian suatu peristiwa terjadi.
·
Lembar Periksa
Berdasarkan Item (Item Check Sheets)
Lembar periksa ini untuk mengumpulkan data dalam
hubungannya dengan jumlah item (hal) yang ingin dipelajari.
Check
Sheet disebut juga suatu alat sederhana yang digunakan untuk mencatat dan
mengklasifikasi data yang telah diamati. Check Sheet merupakan suatu daftar
yang mengandung atau mencakup factor-faktor yang ingin diselidiki. Check Sheet
merupakan daftar yang berisi unsure-unsur yang mungkin terdapat dalam situasi
atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati.
Tujuan penggunaan Check Sheet adalah :
a. Memudahkan
proses pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimana sesuatu masalah
sering terjadi.
b. Memilah
data ke dalam kategori yang berbeda seperti penyebab-penyebab, masalah-masalah
dan lain-lain.
c. Menyusun
data secara otomatis, sehingga data itu dapat dipergunakan dengan mudah.
d. Memisahkan
antara opini dan fakta.
Fungsi Check Sheet diantaranya sebagai
berikut:
1. Sebagai
inventori (alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalam
mengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai obsever juga
observe).
2. Sebagai
alat pencatat hasil obsevasi (pengguna daftar cek hanya sebagai observer)
Lebih jauh terkait fungsi Check Sheet
yaitu dalam hal:
1.
Pemeriksaan distribusi proses
produksi.
2.
Pemeriksaan item cacat.
3.
Pemeriksaan lokasi cacat.
4.
Pemeriksaan penyebab cacat.
5.
Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan.
B. Contoh
Check Sheet
Pembuatan tabel
(Check sheet) ini berguna untuk
mempermudah proses pengumpulan
data serta analisis.
Sebagai catatan bahwa
1 eksamplar bisa
saja memiliki lebih
dari satu jenis
kerusakan, oleh karena
itu jenis kerusakan
yang tercatat dibagian percetakan
adalah jenis kerusakan yang paling dominan. Berikut ini data produksi selama satu bulan dari sebuah
perusahaan koran :
Dibawah ini merupakan
contoh lain dari sebuah check sheet :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar