Rabu, 01 Oktober 2014

manajemen mutu



Nama   : Titik Prastiani
NIM     : 135100318113002
Prodi    : Teknologi Industri   Pertanian

Tugas Manajemen Mutu

A.    Pengertian Check Sheet
Jika dalam suatu pabrik kita ingin mengetahui dari waktu ke waktu, apakah kuailtas produksi masih terkontrol atau tidak, kita memerlukan data untuk dianalisa. Untuk ¡tu, kita perlu mengumpulkan data secara rutin, mungkin bulanan, mingguan, harian, bahkan beberapa kali dalam setiap harinya. Untuk memudahkan pengumpulan data, sebaiknya digunakan formulir - formulir yang dirancang khusus yang disebut dengan Lembar Peri ksa atau Check SheeL Lembar periksa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan maksud dan tujuan analisa data. Pada dasamya, ada dua macam lembar Penksa, yaitu:
·         Lembar Periksa Frekwensi (Frequency Check Sheets)
Lembar periksa ¡ni mencatat frekwensi atau banyak kejadian suatu peristiwa terjadi.
·         Lembar Periksa Berdasarkan Item (Item Check Sheets)
Lembar periksa ini untuk mengumpulkan data dalam hubungannya dengan jumlah item (hal) yang ingin dipelajari.

Check Sheet disebut juga suatu alat sederhana yang digunakan untuk mencatat dan mengklasifikasi data yang telah diamati. Check Sheet merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup factor-faktor yang ingin diselidiki. Check Sheet merupakan daftar yang berisi unsure-unsur yang mungkin terdapat dalam situasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati. 



Tujuan penggunaan Check Sheet adalah :
a.       Memudahkan proses pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimana sesuatu masalah sering terjadi.
b.      Memilah data ke dalam kategori yang berbeda seperti penyebab-penyebab, masalah-masalah dan lain-lain.
c.       Menyusun data secara otomatis, sehingga data itu dapat dipergunakan dengan mudah.
d.      Memisahkan antara opini dan fakta.
Fungsi Check Sheet diantaranya sebagai berikut:
1.    Sebagai inventori (alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalam mengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai obsever juga observe).
2.    Sebagai alat pencatat hasil obsevasi (pengguna daftar cek hanya sebagai observer)
Lebih jauh terkait fungsi Check Sheet yaitu dalam hal:
1.         Pemeriksaan  distribusi proses produksi.
2.         Pemeriksaan item cacat.
3.         Pemeriksaan lokasi cacat.
4.         Pemeriksaan penyebab cacat.
5.         Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan.



B.     Contoh Check Sheet
Pembuatan  tabel  (Check  sheet)  ini  berguna  untuk  mempermudah  proses  pengumpulan  data  serta  analisis.  Sebagai  catatan  bahwa  1  eksamplar  bisa  saja  memiliki  lebih  dari  satu  jenis  kerusakan,  oleh  karena  itu  jenis  kerusakan  yang  tercatat dibagian percetakan adalah jenis kerusakan yang paling dominan. Berikut ini  data produksi selama satu bulan dari sebuah perusahaan koran :





Dibawah ini merupakan contoh lain dari sebuah check sheet :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar