TUGAS
KELOMPOK
TEORI
PEMODELAN SISTEM
“Sistem Informasi Akuntansi”
Dosen
Pengampu : Sakunda Anggarini, STP, MP, M.Sc.
oleh
:
Novita Rahmawati 135100318113018
Titik Prastiani 135100318113002

JURUSAN
TEKNOLOGI
INDUSTRI
PERTANIAN
FAKULTAS
TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
2014
1.
Pengertian
sistem akuntansi
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang
dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang
dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Pengertian
lain dari Sistem akuntansi adalah Susunan berbagi formulir, catatan, peralatan,
termasuk komputer dan perlengkapan serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya
dan laporan yang terkodinasi secara erat yang didisain untuk mentransformasikan
data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen . Sistem akuntansi adalah
formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang
digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kegiatan ekonomis dengan
tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang
diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya, dan bagi pihak-pihak lain
yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditor, dan lembaga-lembaga
pemerintah untuk menilai hasil operasi.
Sistem
informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya
(data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi
input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang
digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi
akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.Sistem Informasi Akuntansi adalah
suatu kesatuan struktur dalam perusahaan seperti kegiatan bisnis perusahaan dan
sumber-sumber fisik serta komponen lain yang ditransfomasikan dari data ekonomi
menjadi informasi akuntansi yang bertujuan untuk memuaskan para pengguna
informasi. Selain itu sistem Informasi Akuntansi juga bisa didefinisikan
sebagai suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan
perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi, serta menyediakan
informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan.
- Unsur-unsur Sistem Akuntansi
Unsur suatu
sistem akuntansi pokok adalah formulir, catatan yang terdiri jurnal, buku besar
dan buku pembantu serta laporan berikut ini akan diurai lebih jelas mengenai
unsur-unsur dari sistem akuntansi tersebut diantaranya:
a.
Formulir
Formulir merupakan dokumen yang
digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan
istilah dokumen, karena dengan formulir, peristiwa yang terjadi dalam
organisasi didokumentasikan. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan
transaksi direkam pertama kalinya, sebagai dasar dalam pencatatan.
b.
Jurnal
Merupakan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat,
mengklasifikasikan serta meringkas data keuangan serta data lainnya. Dalam
jurnal ini data keuangan pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan
yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam pelaporan keuangan serta
terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasilnya diposting ke rekening yang
bersangkutan dalam buku besar dalam bentuk jumlah rupiah dari suatu transaksi
tertentu.
c.
Buku Besar
Buku besar atau general ledger
terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan
yang sebelumnya telah dicatat ke dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku
besar ini disediakan sesuai unsur informasi yang diperlukan untuk disajikan
dalam laporan keuangan. Rekening buku besar dapat dipandang sebagai wadah dalam
menggolongkan data keuangan atau juga sebagai sumber informasi keuangan untuk
menyajikan laporan keuangan.
d.
Buku Pembantu
Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya
lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (Subsidiary Ladger). Buku pembantu atau Subsidiary Ladger terdiri dari rekening-rekening pembantu yang
merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.
Buku besar dan buku pembantu dapat disebut sebagai catatan akuntansi akhir
karena setelah data akuntansi keuangan dicatat dalam buku-buku tersebut,
prosedur akuntansi berikutnya adalah penyajian laporan keuangan.
e.
Laporan
Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang berisi tentang
informasi yang merupakan keluaran sistem akuntansi.
3.
Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
a.
Tumbuh
dan berkembang sepanjang masa
Sistem informasi mengalami perubahan besar dalam kehidupan dalam suatu
perusahaan. Perubahan ini memungkinkan sistem informasi beradaptasi terhadap
perubahan yang terjadi, sistem informasi cenderung meluas sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan perusahaan
b.
Jaringan
arus informasi
Sistem informasi
menyediakan informasi ke berbagai pihak di dalam ataupun di luar perusahaan.
c.
Konversi
data
Sistem informasi akan
mengkonversi input menjadi output.
d.
Pengguna
informasi
Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi digunakan oleh pengguna
internal (manajer dan karyawan) dan pengguna eksternal (pelanggan, kreditur,
pemegang saham, dan instansi pemerintah). Pengguna informasi akan bertambah
banyak seiring dengan semakin berkembangnya perusahaan. Hal ini dikarenakan
pihak-pihak yang terkait pun semakin banyak.
e.
Tujuan
Sistem informasi memiliki tujuan utama, yaitu :
(1) Menyajikan informasi
untuk mendukung pengambilan keputusan.
(2) Menyajikan informasi
untuk mendukung operasi harian.
(3) Menyajikan informasi
yang berkenaan dengan kepengurusan.
- Sumber daya
Agar dapat berfungsi, sistem informasi memerlukan sumber daya yang mencakup
data, perlengkapan, personalia, peralatan, dan dana.
Apabila dilihat dari karakteristik sistem
maka karakteristik sistem yang ada pada sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut
:
1.
Proposive
Behavior (Perilaku Sistem)
Pada perilaku
sistem akan selalu berusaha untuk mencapai target yang telah ditetapkan
perusahaan. Target penyusunan sistem akuntansi adalah sama dengan
tujuan penyusunan sistem akuntansi antara lain :
a.
Untuk
menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.
b.
Untuk memperbaiki pengendalian
akuntansi & pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi
akuntansi dan untuk menyediakan
catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan
perusahaan.
c.
Untuk mengurangi biaya klerikal
dalam penyeleng-garaan catatan akuntansi.
2.
Wholism
(Keseluruhan)
Konsep keseluruhan adalah suatu teori yang menyatakan bahwa faktor-faktor
penentu merupakan kesatuan yang tidak dapat direduksi lagi. Pada karakteristik
keseluruhan sistem informasi akuntansi haruslah memiliki komponen yang lengkap.
Pengumpul dan penyimpan data dari semua aktivitas
dan transaksi perusahaan. Tidak ada bagian informasi yang esensial bagi
pengambilan keputusan atau pelaksanaan tugas yang hilang. Informasi yang tidak
lengkap bisa menimbulkan kesulitan, karena informasi yang tidak disertakan itu
akan menjadi unsur ketidakpastian yang besar.
3.
Openes
(Keterbukaan)
Sistem mempunyai sifat terbuka terhadap pengaruh
lingkungan dimana sumber dan pemakai
nilai-nilai yang dihasilkan sistem tersebut berada. Setiap sistem mempunyai batasan.
Segala hal yang berada disekitar sistem merupakan lingkungannya. Pembatasan
merupakan garis pemisah antara sistem dengan lingkungannya dan setiap sistem
mempunyai batasan, meskipun tidak secara fisik.
Informasi yang dihasilkan akuntansi akan digunakan/
dijadikan acuan oleh berbagai pihak yang berkepentingan atas informasi tsb.
Adapun para pengguna/ pemakai jasa informasi akuntansi tersebut dapat di kategorikan
menjadi 2 pihak, yaitu pihak internal dan eksternal. Contoh konkret atas perlunya informasi akuntansi bagi
para penggunanya misalnya : bagi perusahaan yang akan go public di pasar modal,
haruslah memberitahukan kondisi keuangan perusahaan tsb kepada masyarakat luas.
Pihak intern merupakan pihak yang berwenang dalam hal
pengelolaan aktivitas perusahaan, sedangkan pihak eksternal merupakan mereka
yang tidak ikut mengelola perusahaan. Informasi akuntansi diperlukan oleh pihak
ekstern untuk membuat keputusan ekonomi terhadap
organisasi, sedangkan bagi pihak intern, informasi akuntansi digunakan
untuk membuat keputusan yang harus dilakukan oleh organisasi.
4.
Transformation
(Transformasi)
Transformasi berkaitan erat dengan siklus input –
proses – output. Pengertian ini menunjukan bahwa suatu sistem mempunyai
kemampuan untuk mengubah nilai status sumber daya masukan (input)
menjadi keluaran (output) melalui suatu proses transformasi untuk
mencapai sasarannya.
Pada
sistem informasi akuntansi yang di maksud transformasi adalah kegiatan memproses data menjadi informasi yang
berguna pihak manajemen. Data diperoleh Saat perusahaan menyediakan produk
dan jasa ke lingkungan, setiap kegiatan
dijelaskan oleh sebuah
record data. Sistem pengolahan data
mengumpulkan data yang
menjelaskan setiap tindakan
internal perusahaan dan transaksi
lingkungan perusahaan.
5.
Interrelatedness
(Keterhubungan)
Keterhubungan mencakup interaksi internal dan
ketergantungan antar bagian-bagian atau elemen-elemen pembentuk sistem dan
interaksi sistem dengan lingkungannya. Pada karakteristik sistem yang berkaitan dengan
keterhubungan. Sebagai
sebuah sistem, akuntansi terdiri dari berbagai unsur-unsur utama yang saling
terhubung.
Keberadaan semua unsur utama dalam sebuah sistem adalah sangat penting.
Kelemahan salah satu unsur saja mengakibatkan sistem tersebut menjadi cacat
atau tidak akan berfungsi dengan baik. Sehingga laporan keuangan datanya akan
relevan. Selain itu sistem informasi
akuntansi sangat diperlukan bagi pemakai akuntansi yaitu pihak luar(ekstern)
oragnisasi perusahaan dan
pihak dalam(intern) oraganisasi perusahaan. Kebutuhan para pemakai ekstern
dapat dipenuhi dengan adanya publikasi laporan laba/rugi. Sedangkan para
pemakai intern dapat memenuhi kebutuhan informasi akuntansinya untuk mencapai
nilai ekonomis (laba) perusahaan semaksimal mungkin.
6.
Control
Mechanism (Mekanisme Kontrol)
Sistem
harus mampu mengarahkan subsistemnya agar mencapai tujuan yang
diharapkan. Pengendalian atau mekanisme kontrol merupakan proses pengaturan yang
digunakan sistem untuk mengkoreksi setiap penyimpangan yang terjadi, baik akibat interaksi internal
maupun pengaruh lingkungannya.
Agar sistem informasi akuntansi dapat
diolah secara baik, diperlukan suatu mekanisme atau kegiatan yang baik pula.
Sistem pengolahan yang baik terdiri dari prosedur, metode atau cara dan teknik
yang memungkinkan data ini akan melibatkan manusia sebagai penunjang pencapaian
tujuan. Sehingga informasi akuntansi dapat diterima tepat waktu. Unsur
informasi merupakan faktor yang kritikal dalam menentukan kegunaannya.
Informasi harus tidak lebih tua dari periode waktu tindakan yang didukungnya. Serta
mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset
dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
- Klasifikasi Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi masuk kedalam
klasifikasi sistem fisik. Sistem fisik yaitu merupakan sistem yang ada secara
fisik dan dapat dilihat dengan mata. Sebagai contoh sistem yang ada pada
komputer ,sistem akuntansi ,sistem transportasi ,dan lain sebagainya . Sistem
Fisik adalah sistem yang dapat dilihat secara fisik yang terdiri dari sumber
daya fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem
komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya. Sistem akuntansi adalah sistem, terdiri dari unsur
(subsistem) akuntansi
penjualan, akuntansi pembelian, akuntansi penggajian, akuntansi biaya, dll.
- Kesimpulan
Akuntansi bertujuan untuk
memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang berguna untuk berbagai pengguna dalam membuat
keputusan ekonomi. Untuk menjadi berguna informasi akuntansi harus memiliki
karakteristik keandalan, relevan , bisa dipahami dan komparatif. Sedangkan sistem
informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya
(data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi
input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang
digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi
akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Unsur sistem akuntansi pokok
terdiri dari formulir, jurnal, buku besar dan buku pembantu, laporan. Target dari sistem informasi akuntansi yaitu menyediakan
informasi. Sistem informasi akuntansi haruslah memiliki komponen yang lengkap.
Informasi yang dihasilkan akuntansi akan digunakan/ dijadikan acuan oleh
berbagai pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut. Proses transformasi
sistem informasi akuntansi adalah kegiatan
memproses
data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen. Sebagai sebuah sistem, akuntansi terdiri
dari berbagai unsur-unsur utama yang saling terhubung.
Sistem informasi akuntansi termasuk kedalam klasifikasi sistem fisik.