Rabu, 01 Oktober 2014

Teori Dan Permodelan Sistem



TUGAS KELOMPOK
TEORI PEMODELAN SISTEM
“Sistem Informasi Akuntansi”
Dosen Pengampu : Sakunda Anggarini, STP, MP, M.Sc.

oleh :
Novita Rahmawati                          135100318113018
Titik Prastiani                        135100318113002


Description: E:\Brawijaya University\Tugas Kuliah\Logo UB\logo-unibraw-001.jpg


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014


1.      Pengertian sistem akuntansi
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Pengertian lain dari Sistem akuntansi adalah Susunan berbagi formulir, catatan, peralatan, termasuk komputer dan perlengkapan serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya dan laporan yang terkodinasi secara erat yang didisain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen . Sistem akuntansi adalah formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kegiatan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya, dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditor, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.
Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kesatuan struktur dalam perusahaan seperti kegiatan bisnis perusahaan dan sumber-sumber fisik serta komponen lain yang ditransfomasikan dari data ekonomi menjadi informasi akuntansi yang bertujuan untuk memuaskan para pengguna informasi. Selain itu sistem Informasi Akuntansi juga bisa didefinisikan sebagai suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan.



  1. Unsur-unsur Sistem Akuntansi
Unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah formulir, catatan yang terdiri jurnal, buku besar dan buku pembantu serta laporan berikut ini akan diurai lebih jelas mengenai unsur-unsur dari sistem akuntansi tersebut diantaranya:
a.       Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir, peristiwa yang terjadi dalam organisasi didokumentasikan. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya, sebagai dasar dalam pencatatan.

b.      Jurnal
Merupakan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan serta meringkas data keuangan serta data lainnya. Dalam jurnal ini data keuangan pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam pelaporan keuangan serta terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasilnya diposting ke rekening yang bersangkutan dalam buku besar dalam bentuk jumlah rupiah dari suatu transaksi tertentu. 
c.       Buku Besar
Buku besar atau general ledger terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang sebelumnya telah dicatat ke dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai unsur informasi yang diperlukan untuk disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar dapat dipandang sebagai wadah dalam menggolongkan data keuangan atau juga sebagai sumber informasi keuangan untuk menyajikan laporan keuangan.





d.      Buku Pembantu
Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (Subsidiary Ladger). Buku pembantu atau Subsidiary Ladger terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu dapat disebut sebagai catatan akuntansi akhir karena setelah data akuntansi keuangan dicatat dalam buku-buku tersebut, prosedur akuntansi berikutnya adalah penyajian laporan keuangan.
e.       Laporan
Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang berisi tentang informasi yang merupakan keluaran sistem akuntansi.

3.      Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Karakteristik-karakteristik umum yang dimiliki oleh sistem informasi akuntansi adalah:
a.       Tumbuh dan berkembang sepanjang masa
Sistem informasi mengalami perubahan besar dalam kehidupan dalam suatu perusahaan. Perubahan ini memungkinkan sistem informasi beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi, sistem informasi cenderung meluas sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan
b.      Jaringan arus informasi 
Sistem informasi menyediakan informasi ke berbagai pihak di dalam ataupun di luar perusahaan.
c.       Konversi data 
Sistem informasi akan mengkonversi input menjadi output.
d.      Pengguna informasi 
Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi digunakan oleh pengguna internal (manajer dan karyawan) dan pengguna eksternal (pelanggan, kreditur, pemegang saham, dan instansi pemerintah). Pengguna informasi akan bertambah banyak seiring dengan semakin berkembangnya perusahaan. Hal ini dikarenakan pihak-pihak yang terkait pun semakin banyak.
e.       Tujuan 
Sistem informasi memiliki tujuan utama, yaitu :
(1) Menyajikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
(2) Menyajikan informasi untuk mendukung operasi harian.
(3) Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.
  1. Sumber daya
Agar dapat berfungsi, sistem informasi memerlukan sumber daya yang mencakup data, perlengkapan, personalia, peralatan, dan dana.

Apabila dilihat dari karakteristik sistem maka karakteristik sistem yang ada pada sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut :
1.      Proposive Behavior (Perilaku Sistem)
Pada perilaku sistem akan selalu berusaha untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Target penyusunan sistem akuntansi adalah sama dengan tujuan penyusunan sistem akuntansi antara lain :
a.       Untuk menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.
b.      Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi & pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
c.       Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyeleng-garaan catatan akuntansi.
2.      Wholism (Keseluruhan)
Konsep keseluruhan adalah suatu teori yang menyatakan bahwa faktor-faktor penentu merupakan kesatuan yang tidak dapat direduksi lagi. Pada karakteristik keseluruhan sistem informasi akuntansi haruslah memiliki komponen yang lengkap. Pengumpul dan penyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan. Tidak ada bagian informasi yang esensial bagi pengambilan keputusan atau pelaksanaan tugas yang hilang. Informasi yang tidak lengkap bisa menimbulkan kesulitan, karena informasi yang tidak disertakan itu akan menjadi unsur ketidakpastian yang besar.
3.      Openes (Keterbukaan)
Sistem mempunyai sifat terbuka terhadap pengaruh lingkungan dimana sumber dan  pemakai nilai-nilai yang dihasilkan sistem tersebut berada. Setiap sistem mempunyai batasan. Segala hal yang berada disekitar sistem merupakan lingkungannya. Pembatasan merupakan garis pemisah antara sistem dengan lingkungannya dan setiap sistem mempunyai batasan, meskipun tidak secara fisik.
Informasi yang dihasilkan akuntansi akan digunakan/ dijadikan acuan oleh berbagai pihak yang berkepentingan atas informasi tsb. Adapun para pengguna/ pemakai jasa informasi akuntansi tersebut dapat di kategorikan menjadi 2 pihak, yaitu  pihak internal dan eksternal. Contoh konkret atas perlunya informasi akuntansi bagi para penggunanya misalnya : bagi perusahaan yang akan go public di pasar modal, haruslah memberitahukan kondisi keuangan perusahaan tsb kepada masyarakat luas.
Pihak intern merupakan pihak yang berwenang dalam hal pengelolaan aktivitas perusahaan, sedangkan pihak eksternal merupakan mereka yang tidak ikut mengelola perusahaan. Informasi akuntansi diperlukan oleh pihak ekstern untuk membuat keputusan ekonomi terhadap organisasi, sedangkan bagi pihak intern, informasi akuntansi digunakan untuk membuat keputusan yang harus dilakukan oleh organisasi.
4.      Transformation (Transformasi)
Transformasi berkaitan erat dengan siklus input – proses – output. Pengertian ini menunjukan bahwa suatu sistem mempunyai kemampuan untuk mengubah nilai status sumber daya masukan (input) menjadi keluaran (output) melalui suatu proses transformasi untuk mencapai sasarannya.
Pada sistem informasi akuntansi yang di maksud transformasi adalah kegiatan memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen. Data diperoleh Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan, setiap kegiatan dijelaskan oleh sebuah record data. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.


5.      Interrelatedness (Keterhubungan)
Keterhubungan mencakup interaksi internal dan ketergantungan antar bagian-bagian atau elemen-elemen pembentuk sistem dan interaksi sistem dengan lingkungannya. Pada karakteristik sistem yang berkaitan dengan keterhubungan. Sebagai sebuah sistem, akuntansi terdiri dari berbagai unsur-unsur utama yang saling terhubung. Keberadaan semua unsur utama dalam sebuah sistem adalah sangat penting. Kelemahan salah satu unsur saja mengakibatkan sistem tersebut menjadi cacat atau tidak akan berfungsi dengan baik. Sehingga laporan keuangan datanya akan relevan. Selain itu sistem informasi akuntansi sangat diperlukan bagi pemakai akuntansi yaitu pihak luar(ekstern) oragnisasi perusahaan dan pihak dalam(intern) oraganisasi perusahaan. Kebutuhan para pemakai ekstern dapat dipenuhi dengan adanya publikasi laporan laba/rugi. Sedangkan para pemakai intern dapat memenuhi kebutuhan informasi akuntansinya untuk mencapai nilai ekonomis (laba) perusahaan semaksimal mungkin.

6.      Control Mechanism (Mekanisme Kontrol)
Sistem  harus mampu mengarahkan subsistemnya agar mencapai tujuan yang diharapkan. Pengendalian atau mekanisme kontrol merupakan proses pengaturan yang digunakan sistem untuk mengkoreksi setiap penyimpangan yang  terjadi, baik akibat interaksi internal maupun pengaruh lingkungannya.
Agar sistem informasi akuntansi dapat diolah secara baik, diperlukan suatu mekanisme atau kegiatan yang baik pula. Sistem pengolahan yang baik terdiri dari prosedur, metode atau cara dan teknik yang memungkinkan data ini akan melibatkan manusia sebagai penunjang pencapaian tujuan. Sehingga informasi akuntansi dapat diterima tepat waktu. Unsur informasi merupakan faktor yang kritikal dalam menentukan kegunaannya. Informasi harus tidak lebih tua dari periode waktu tindakan yang didukungnya. Serta mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.



  1. Klasifikasi Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi masuk kedalam klasifikasi sistem fisik. Sistem fisik yaitu merupakan sistem yang ada secara fisik dan dapat dilihat dengan mata. Sebagai contoh sistem yang ada pada komputer ,sistem akuntansi ,sistem transportasi ,dan lain sebagainya . Sistem Fisik adalah sistem yang dapat dilihat secara fisik yang terdiri dari sumber daya fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya. Sistem akuntansi adalah sistem, terdiri dari unsur (subsistem) akuntansi penjualan, akuntansi pembelian, akuntansi penggajian, akuntansi biaya, dll.
  1. Kesimpulan
Akuntansi bertujuan untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berguna untuk berbagai pengguna dalam membuat keputusan ekonomi. Untuk menjadi berguna informasi akuntansi harus memiliki karakteristik keandalan, relevan , bisa dipahami dan komparatif. Sedangkan sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
            Unsur sistem akuntansi pokok terdiri dari formulir, jurnal, buku besar dan buku pembantu, laporan. Target dari sistem informasi akuntansi yaitu menyediakan informasi. Sistem informasi akuntansi haruslah memiliki komponen yang lengkap. Informasi yang dihasilkan akuntansi akan digunakan/ dijadikan acuan oleh berbagai pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut. Proses transformasi sistem informasi akuntansi adalah kegiatan memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen. Sebagai sebuah sistem, akuntansi terdiri dari berbagai unsur-unsur utama yang saling terhubung. Sistem informasi akuntansi termasuk kedalam klasifikasi sistem fisik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar