TUGAS
MANAJEMEN RANTAI PASOK

TITIK PRASTIANI
(135100318113002)
JURUSAN TEKNOLOGI
INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
2014
METODE PERAMALAN
PERMINTAAN
I.
Pengertian
Peramalan
Peramalan
adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi
kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan
dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Salah satu jenis
peramalan adalah peramalan permintaan. Peramalan permintaan (fOrecasting
Demand) merupakan tingkat permintaan produk –produk yang diharapkan akan
terealisasi untuk jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang.
Peramalan
(forecasting) permintaan akan produk dan jasa di waktu mendatang dan
bagian-bagiannya adalah sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan
produksi. Peramalan yang baik adalah esensialuntuk efisiensi operasi-operasi
manufacturing dan produksi jasa. Manajemen produksi/operasi menggunakan
hasil-hasil peramalan dalam membuat keputusan-keputusan yang menyangkut
pemilihan proses, perencanaan kapasitas, dan layout fasilitas, serta untuk
berbagai keputusan yang bersifat terus menerus berkenaan dalam perencanaan,
scheduling dan persediaan.
II.
Metode
Peramalan Permintaan
2.1 Metode Kualitatif
Metode
peramalan permintaan secara kualitatif berhubungan dengan data-data kualitatif,
misalnya tentang selera konsumen terhadap suatu produk, atau survey tentang
loyalitas konsumen, dan lain-lain. Forecasting kualitatif ini dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa metode teknik seperti dibawah ini :
2.1.1
Teknik Survey
Teknik survey ini
merupakan suatu alat meramalkan yang cukup penting khususnya untuk memprediksi
kejadian-kejadian atau kecenderungan-kecenderungan dalam jangka pendek
mendatang ini. Survey biasanya menggunakan alat interview atau daftar
pertanyaan yang akan ditujukan para responden yang terpilih dan yang dituju.
Sesuai kelompok yang memang diperkirakan akan menjadi sasaran pasar yang dituju
oleh perusahaan. Survey ini dilakukan untuk meramalkan variabel ekonomi yang
memang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan permintaan
konsumen atau pasar yang dituju. Variabel-variabel ekonomi yang disurvey ini
misalnya variabel yang berhubungan dengan budget rumah tangga yang dikeluarkan
untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kelemahanya
adalah biaya yang relatif mahal karena membutuhkan
banyak sample konsumen (agar kesimpulan yang diambil tidak menjadi bias) dan survey yang dilakukan
secara formal, justru menghasilkan data yang tidak realistic karena konsumen
tidak mau memberikan jawaban yang akurat
Contoh kasusnya adalah sebuah perusahaan yang
melakukan survey mengenai barang atau jasa yang
diperlukan bagi para pelaku bisnis yang akan memperdagangkan barang atau
jasanya. Mereka ini mungkin pelaku bisnis yang bergerak pada bisnis
distributor, pengecer atau pedagang besar.
2.1.2
Teknik Jajak Pendapat (Opinion
Pools).
Teknik jajak pendapat
sering dilakukan untuk melengkapi data dari survey. Jajak pendapat dari para
pakar, para eksekutif, dari masyarakat umum, atau dari konsumen. Jajak pendapat
ini lebih bersifat pandangan atau pendapat pribadi (subjektif) dari
respondennya, sebaliknya teknik survey lebih bersifat objektif.
Contohnya adalah ketika sebuah perusahaan
Handphone ingin meluncurkan produk baru biasaya diadakan pre test dan jajakan
terhadap responden yang akan dijadikan sample. Teknik pre test melibatkan
media-media masa baik elektronik maupun nonelektronik. Laporan
atau pernyataan dapat digunakan sebagai sumber data guna meramalkan kondisi
ekonomi di masa yang akan datang, sekaligus dapat digunakan untuk membuat
strategi bersaing dalam pasar bebas.
2.1.3
Metode Delphi,
Pada metode
ini sekelompok pakar mengisi kuesioner, Moderator
menyimpulkan hasilnya dan memformulasikan menjadi
suatu kuesioner baru yang diisi kembali oleh kelompok tersebut, demikian
seterusnya. Hal ini merupakan proses pembelajaran (learning process) dari
kelompok tanpa adanya tekanan atau intimidasi individu.
2.1.4 Analogi
historis (Historical Analogy),
Merupakan teknik peramalan berdasarkan pola data
masa dari produk-produk yang dapat disamakan secara analogi, misalnya peramalan
untuk pengembangan pasar televisi multisistem menggunakan model permintaan
televisi hitan putih atau berwana biasa. Analogi historis cenderung akan menjadi
terbaik untuk penggantian produk di pasar dan apabila terdapat hubungan
subtistusi langsung dari produk dalam pasar itu.Merupakan teknik peramalan berdasarkan
pola data masa lalu dari produk-produk yang dapat disamakan secara
Analogi.
Contoh kasusnya
ialah misalnya peramalan untuk pengembangan pasar
televisi multi sistem menggunakan model
permintaan televisi hitam putih atau televisi berwarna
biasa. Analogi historis cenderung akan menjadi terbaik untuk
penggantian produk di pasar dan apabila
terdapat hubungan substitusi langsung dari produk dalam pasar itu.
2.1.5 Riset pasar (market
research)
Merupakan metode peramalan berdasarkan
hasil-hasil survey pasar yang dilakukan tenaga-tenaga pemasar produk atau yang
mewakilinya. Metode ini akan menjaring informasi dari pelanggan atau pelanggan
potensial (konsumen) berkaitan dengan rencana pembelian mereka di masa
mendatang. Riset pasar tidak hanya akan membantu peramalan, tetapi juga untuk
meningkatkan desain produk dan perencanaan untuk produk-produk baru.
2.1.6 Dugaan manajemen (management estimate)
Dimana peramalan semata-mata berdasarkan
pertimbangan manajemen, umumnya oleh manajemen senior. Metode ini akan cocok
dalam situasi yang sangat sensitif terhadap intuisi dari satu atau kelompok
kecil orang yang karena pengalamannya mampu memberikan opini yang kritis dan
relevan. Teknik ini akan dipergunakan dalam situasi di mana tidak ada
alternatif lain dari model peramalan yang dapat diterapkan. Bagaimanapun metode ini mempunyai banyak keterbatasan, sehingga
perlu dikombinasikan dengan metode peramalan yang lain.
2.2
Metode
Kuantitatif
Metode ini merupakan prosedur peramalan yang mengikuti
aturan-aturan matematis dan statistik dalam menunjukkan hubungan antara
permintaan dengan satu atau lebih variabel yang mempengaruhinya. Peramalan kualitatif dapat diterapkan jika tersedia data masa lalu,
informasi dapat dikuatifikasi (diwujudkan dalam bentuk angka), dan asumsi
beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlangsung (assumption of community).
2.2.1 Metode Time Series
Metode
Time Series berhubungan dengan nilai-nilai suatu variabel yang diatur secara
periodesasi sepanjang periode waktu dimana prakiraan permintaan diproyeksikan.
Misalnya mingguan, bulanan, kwartalan, dan tahunan, tergantung keinginan dari
pihak-pihak yang melakukan prakiraan permintaan ini. Metode ini semata-mata
mendasarkan diri pada data dan keadaan masa lampau. Jika keadaan di masa yang
akan datang cukup stabil dalam arti tidak banyak perubahan yang berarti dengan
keadaan masa lampau, metode ini dapat memberikan hasil peramalan yang cukup
akurat.
Metode ini membuat peramalan hanya berdasarkan
pada proyeksi permintaan historis tanpa mempertimbangkan faktor-faktor
eksternal yang mungkin memperngaruhi besarnya permintaan. Dengan analisis deret waktu dapat ditunjukkan bagaimana permintaan
terhadap suatu produk tertentu bervariasi
terhadap waktu. Sifat dari perubahan permintaan dari tahun ke
tahun dirumuskan untuk meramalkan penjualan pada masa yang akan datang.
2.2.2
Metode Trend
Least Square
Adalah suatu metode peramalan serangkaian waktu yg
sesuai dengan garis tren terhadap serangkaian titik-titik data masa lalu,
kemudian diproyeksikan ke dalam peramalan masa depan untuk peramalan jangka
menengah dan jangka panjang. Trend adalah rata-rata perubahan dalam jangka
panjang. Jika hal yang diteliti menunjukkan gejala pertambahan, maka trend yang
dimiliki disebut sebagai trend positif. Jika hal yang diteliti menunjukkan
gejala semakin berkurang, maka trend yang dimiliki disebut sebagai trend
negative. Salah satu metode trend yang digunakan adalah metode least squares.
2.2.3 Metode Causal
Metode ini mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang
mungkin dapat mempengaruhi besarnya permintaan di masa mendatang dalam model
peramalannya. Metode ini cocok untuk peramalan jangka panjang karena dapat
menunjukkan hubungan sebab akibat yang jelas dalam hasil peramalannya dan dapat
memprediksi titik-titik perubahan.
Metode kausal mengasumsikan
faktor yang diperkirakan menunjukkan adanya
hubungan sebab akibat dengan satu atau
beberapa variabel bebas (independen). Sebagai contoh, jumlah pendapatan
berhubungan dengan faktor-faktor seperti jumlah penjualan, harga jual, dan
tingkat promosi. Kegunaan
dari metode kausal adalah untuk menemukan
bentuk hubungan antara variabel-variabel tersebut
dan menggunakannya untuk meramalkan nilai dari variabel tidak bebas (dependen). Pada model
ini untuk meramalkan permintaan tidak hanya
memperhatikan waktu, tetapi juga
memperhatikan faktor yang mempengaruhi antara lain harga produk, jika harga
produk naik maka permintaan naik dan saluran
distribusi, jika banyak saluran distribusi
maka permintaan naik.
2.2.4 Metode Variasi Musim
Melakukan
prakiraan volume permintaan konsumen di waktu-waktu yang akan datang dapat
didasarkan pada gelombang musiman yang melekat pada kultur budaya atau
kebiasaan dari masyarakat. Tetapi dapat juga karena faktor sifat dan keadaan
alam yang melekat pada iklim atau cuaca. Misalnya produksi musim semi, gugur
dan musim penghujan dan bahkan musim kemarau, produk apa yang sedang atau akan
datang musimnya.
Sifat masyarakat yang menimbulkan musiman ini oleh karena faktor budaya dan kebiasaan misalnya karena musim hari raya keagamaan. Pada saat-saat itu biasanya masyarakat akan memiliki hajat yang cukup besar dalam melakukan pemenuhan konsumsi barang keperluan pesta dan sehari-hari. Maka dapat dipastikan pada periode ini permintaan akan kebutuhan dan keperluan konsumsi akan meningkat dalam jumlah yang cukup berarti. Demikian juga ketika datang musim bulan-bulan baik maka banyak masyarakat menggunakan bulan tersebut melaksanakan hajat perkawinan, pesta perkawinan, dan hajat-hajat yang lain yang memerlukan pesta dan upacara-upacara sacral yang memerlukan konsumsi dan persediaan barang kebutuhan untuk keperluan tersebut.
Sifat masyarakat yang menimbulkan musiman ini oleh karena faktor budaya dan kebiasaan misalnya karena musim hari raya keagamaan. Pada saat-saat itu biasanya masyarakat akan memiliki hajat yang cukup besar dalam melakukan pemenuhan konsumsi barang keperluan pesta dan sehari-hari. Maka dapat dipastikan pada periode ini permintaan akan kebutuhan dan keperluan konsumsi akan meningkat dalam jumlah yang cukup berarti. Demikian juga ketika datang musim bulan-bulan baik maka banyak masyarakat menggunakan bulan tersebut melaksanakan hajat perkawinan, pesta perkawinan, dan hajat-hajat yang lain yang memerlukan pesta dan upacara-upacara sacral yang memerlukan konsumsi dan persediaan barang kebutuhan untuk keperluan tersebut.
2.2.5
Metodel Ekonometri
Metode ekonometri
merupakan metode prediksi volume atau nilai dependen variabel dengan melibatkan
berbagai faktor atau variabel independent yang relevan dan cukup signifikan
mempengaruhi dependen variabel tersebut. Secara ekonomi dari model ekonometri
ingin dilihat relevansinya pengaruh independent variabel terhadap dependen
variabel. Bahkan juga ingin dilihat apakah antar variabel independent itu
saling mempengaruhi dan berapa besar pengaruh mempengaruhi antar variabel
independent ini atas besarnya pengaruh terhadap dependen variabel. Juga ingin
dilihat berapa tepat antara kebenaran statistik dikoreksi dengan kebenaran
secara ekonomi.
Jadi secara literatur ekonometrik merupakan suatu pengukuran secara
ekonomi baik secara statistik, matematik maupun secara ekonomi teori sekaligus
dalam konteks hubungan antara variabel-variabel ekonomi. Memang metode
ekonometrik sering lebih kompleks dibanding dengan metode proyeksi trend. Namun
ekonometrik setidaknya memiliki dua keunggulan sebagai alat prakiraan. Pertama
adalah keunggulan dalam memperoleh prediksi nilai variabel yang penting. Ini
akan sangat berguna bagi manajer untuk mengevaluasi kemungkinan pengaruh
alternatif keputusan yang diambil. Kedua adalah metode ekonometrika
mengestimasi perilaku hubungan antara variabel-variabel. Secara mencolok
meramalkan dengan dasar metode lain seperti misalnya survey data hanya
memperoleh sesuatu yang lebih kecil dari penyebab yang hakiki pada hubungan
antar variabel-variabel ini secara umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar